HOTLINE: 021-8997 1188
29 November 2016
Anak Usaha Sinar Mas Perbanyak Kawasan Komersial di Kota Deltamas

JAKARTA, KOMPAS.com – Anak usaha Sinar Mas Group, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), akan memperbanyak kawasan komersial di Kota Deltamas. Strategi ini bisa mendorong kinerja perseroan di 2017.  Puradelta Lestari yang merupakan pengembang kawasan industri, akan mengembangkan apartemen bernama Apartment Le Premier. Pembangunan apartemen ini dalam memenuhi permintaan akan akomodasi khususnya kalangan ekspatriat yang bekerja di wilayah Cikarang.

Direktur Independen Puradelta Lestari Tondy Suwanto mengatakan, dengan memperbanyak kawasan komersial, bisa mendorong kinerja perseroan di 2017. Dengan adanya pembangunan Apartment Le Premier, perseroan memproyeksikan bisa meraup pendapatan berulang (recurring income) di 2017 sebesar Rp 150 miliar, dan dapat meraih pendapatan berulang sekitar Rp 30 miliar per tahun. “Proyek service apartment ini akan mendapatkan pendapatan berulang di tahun depan, kira-kira kita proyeksikan bisa mencapai Rp150 miliar,” kata Tondy dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Selasa (29/11/2016). Apartment Le Premier, kata Tondy, terletak di titik strategis kawasan komersial Deltamas. Di sebelah lokasi apartemen ini akan dibangun AEON Mall dengan luas lahan 20 hektar dan akan beroperasi tahun depan. Oleh karena itu, prospek Le Premier diyakini sangat cerah ke depannya. Saat ini, seluruh unit di apartemen tersebut kini telah tersewa seluruhnya oleh ekspatriat yang bekerja di kawasan Kota Deltamas. Selain itu, untuk pengembangan kawasan komersial, Puradelta Lestari pun juga berencana meluncurkan produk ruko pada awal Desember 2016.

Perseroan meyakini peluncuran ruko ini akan semakin menghidupkan aktivitas komersial di kawasan tersebut. Saat ini,  Puradelta Lestari telah berkembang menjadi emiten pengembang kawasan industri berkapitalisasi terbesar di BEI dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp 11 triliun. Hingga 30 September 2016, penjualan lahan industri perseroan telah mencapai 52,1 hektar, melampaui target perusahaan untuk 2016 seluas 50 hektar. Salah satu faktor kesuksesan tersebut adalah penjualan lahan seluas 38,3 hektar kepada Astra Honda Motor (AHM). Tapi, sebagian besar penjualan tersebut belum dapat diakui pada laporan keuangan kuartal III 2016, sehingga pendapatan usaha perseroan pada periode tersebut mencapai Rp 1,01 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp 494,78 miliar. Dengan cadangan lahan yang luas, total aset perseroan per 30 September 2016 mencapai Rp 7,43 triliun, dengan posisi kas Rp 675,46 miliar dan ekuitas Rp 7,13 triliun.

Sumber: Kompas.com

Saya tertarik dengan produk
Nama saya ,
hubungi saya di .
error: Content is protected !!