HOTLINE: 021-8997 1188
24 September 2018
PT Puradelta Lestari Tbk Incar Potensi Penjualan Lahan Industri 100 Ha

JAKARTA – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengincar potensi penjualan lahan industri di Greenland International Industrial Center (GIIC) seluas 100 hektare (ha). Perusahaan optimistis bisa meraih target penjualan pada sisa semester II-2018.

Direktur Puradelta Lestari Tondy Suwanto mengatakan, perusahaan terus mengembangkan Kota Deltamas menjadi kawasan perkotaan mandiri berbasis industri di timur Jakarta. Pada semester I-2018, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 561 miliar atau 45% dari target. Pencapaian tersebut ditopang penjualan lahan industri seluas 21,7 ha.

“Hal ini mengokohkan kembali posisi perusahaan sebagai pemimpin di sektor pengembang kawasan industry dalam beberapa tahun terakhir,” kata Tondy.

Permintaan lahan industri kebanyakan berasal dari perusahaan otomotif maupun non-otomotif dan sebagian besar merupakan perusahaan-perusahaan asing. Menurut Tondy, hal ini mengindikasikan minat investasi asing di dalam negeri masih tinggi. Terlebih, dengan beroperasinya pabrik-pabrik besar di Kota Deltamas, seperti SAICGM Wuling dan Mitsubishi.

Menurut Tondy, hal tesebut membuat peningkatan populasi dan perputaran ekonomi yang signifikan dalam dua tahun belakangan ini. Meningkatnya aktivitas industri dan populasi kerja telah menarik minat investor, baik para pekerja maupun pelaku bisnis komersial untuk tinggal dan berinvestasi di Kota Deltamas.

“Berbagai pelaku bisnis komersial telah membeli lahan komersial di Kota Deltamas untuk membangun fasilitas-fasilitas pendukung hunian seperti rumah sakit, klinik, sekolah, chain restaurant, hotel, dan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, untuk pengembangan kawasan hunian, pada Juli lalu, perseroan meluncurkan klaster hunian Naraya Park untuk memenuhi permintaan hunian, khususnya bagi para pekerja industri di Kota Deltamas maupun di wilayah Cikarang secara umum.

Tondy mengatakan bahwa penjualan unit perumahan Naraya Park menyasar kelas menengah, yang populasinya terus bertumbuh di wilayah Cikarang. “Lebih dari 60% unit Naraya Park telah terjual sejak diluncurkan pada Juli,” ujarnya.

Tahun lalu, perseroan membentuk usaha patungan (joint venture/JV) dengan Panahome Asia Pacific untuk mengembangkan sebuah kawasan hunian seluas 13 hektar berkonsep ‘sustainable smar t town’ di Kota Deltamas. Tahun ini, perseroan juga menjual 10 ha lahan kepada subdeveloper untuk mengembangkan sebuah kawasan hunian di area Kota Deltamas.

“Tentunya usaha-usaha ini akan mengakselerasi pengembangan Kota Deltamas sebagai sebuah kota terpadu modern yang mengintegrasikan kawasan industri, hunian, dan komersial,” ujarnya.

Saat ini, nilai properti di Kota Deltamas meningkat seiring dengan potensi aktivitas ekonomi dan kemudahan akses di wilayah tersebut. Selain kehadiran industri, pembangunan fasilitas dan infrastruktur transportasi di timur Jakarta juga menjadi faktor pendukung.

Puradelta merupakan pengembang dan pengelola Kota Deltamas, yang di dalamnya terdapat kawasan industri GIIC yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia dengan lahan seluas 1.714 ha.

Secara total, termasuk luas kawasan untuk pengembangan residensial dan komersial, perseroan memiliki total lahan seluas 3.177 ha. Berbagai pembangunan infrastruktur di timur Jakarta seperti jalan tol layang, LRT, proyek kereta cepat, jalan tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan, serta pembangunan pelabuhan Patimban dan bandar udara Kertajati akan meningkatkan nilai Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan perkotaan modern berbasis industri.

Dari sisi keuangan, perseroan memiliki keunggulan, yaitu tidak memiliki utang (zero-debt). Hingga saat ini, belanja modal (capital expenditure/ capex) berasal dari pendanaan internal yang memadai. Per akhir semester I-2018, kas perseroan mencapai Rp 233,27 miliar. (ajg)

sumber: Investor Daily

Saya tertarik dengan produk
Nama saya ,
hubungi saya di .
error: Content is protected !!