HOTLINE: 021-8997 1188
28 April 2017
PT Puradelta Lestari Tbk. Membukukan Pendapatan sebesar Rp 222 Miliar di Kuartal Pertama Tahun 2017

CIKARANG — Pada hari ini, PT Puradelta Lestari Tbk. dan anak Perusahaan (“Perseroan”) mengumumkan Laporan Keuangan yang tidak diaudit untuk periode 31 Maret 2017.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 222 miliar di kuartal pertama tahun 2017, dimana pendapatan ini paling besar dikontribusikan oleh penjualan lahan industri sebesar Rp 179 miliar. Pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 581 miliar.

Direktur Independen PT Puradelta Lestari Tbk., Tondy Suwanto, menyatakan bahwa pendapatan di kuartal pertama tahun 2017 lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya karena tingginya pendapatan di kuartal pertama tahun 2016 akibat dibukukannya penjualan kepada PT SAIC International Indonesia sebesar Rp 572 miliar yang mendominasi pendapatan Perseroan di kuartal pertama tahun 2016. “Walaupun di kuartal pertama tahun ini Perseroan baru membukukan pendapatan sebesar Rp 222 miliar, Perseroan masih memiliki backlog penjualan yang cukup tinggi untuk dibukukan di tahun ini”, jelas Tondy.

Di kuartal pertama tahun 2017, kontribusi segmen industri mencapai 80,5% dari total pendapatan, sedangkan kontribusi segmen hunian, dan komersial masing-masing adalah 3,8% dan 12,1%. Di samping itu, segmen rental dan segmen hotel secara keseluruhan juga mulai menunjukkan kontribusi yang signifikan sebesar 3,6%. Adapun, di kuartal pertama tahun 2016, kontribusi segmen industri mencapai 98,7% dari total pendapatan, sedangkan kontribusi segmen hunian, dan komersial masing-masing adalah 1,3% dan nihil.  Perubahan kontribusi ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk mewujudkan kawasan terpadu Kota Deltamas dan meningkatkan pendapatan berulang.

Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 152 miliar, lebih rendah dibandingkan laba kotor di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 338 miliar, seiring menurunnya pendapatan Perseroan. Namun demikian, marjin laba kotor Perseroan meningkat dari 57,4% di kuartal pertama tahun 2016 menjadi 68,5% di kuartal pertama tahun 2017. Meningkatnya marjin laba kotor diantaranya disebabkan karena meningkatnya kontribusi penjualan di segmen komersial dengan marjin yang tinggi.

Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 113 miliar, lebih rendah dibandingkan laba operasional di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 295 miliar. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, biaya operasional menurun dari Rp 43 miliar menjadi Rp 39 miliar. Hal ini terutama disebabkan menurunnya biaya pajak final dari Rp 29 miliar menjadi Rp 7 miliar, seiring dengan penurunan penjualan. Adapun, biaya umum dan administrasi meningkat dari Rp 13 miliar di kuartal pertama tahun 2016 menjadi Rp 27 miliar di kuartal pertama tahun 2017, diantaranya karena beroperasinya apartemen sewa sejak bulan September 2016 sebagai salah satu usaha Perseroan untuk meningkatkan pendapatan berulangnya.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 123 miliar, lebih rendah dibandingkan laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 271 miliar. Namun demikian, marjin laba bersih meningkat dari 46,1% menjadi 55,4%, seiring meningkatnya marjin laba kotor dan marjin laba usaha, serta lebih rendahnya kerugian selisi kurs mata uang – bersih, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari sisi fundamental, aset Perseroan per 31 Maret 2017 tercatat Rp 7.904 miliar dengan kas dan setara kas mencapai Rp 1.259 miliar, lebih tinggi dibandingkan aset Perseroan per 31 Desember 2016 sebesar Rp 7.804 miliar dengan kas dan setara kas mencapai Rp 1,219 miliar. Sementara itu, ekuitas Perseroan per 31 Maret 2017 tercatat Rp 7.512 miliar. Perseroan tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sangat sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terintegrasi di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial.

 

Sekilas tentang PT Puradelta Lestari Tbk.

PT Puradelta Lestari Tbk. adalah pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, yang berlokasi di Cikarang Pusat, dengan luas area pengembangan mencapai 3.200 hektar. Kota Deltamas merupakan kawasan bernilai tinggi di timur Jakarta dengan lokasi yang strategis, cadangan lahan yang luas, akses tol langsung, serta fasilitas dan infrastruktur yang sangat memadai.

PT Puradelta Lestari Tbk., terus  mengembangkan infrastruktur kelas dunia yang mendukung self-sustained integrated township, terdiri atas area industri, hunian, ,dan komersial serta mengembangkan fasilitas-fasilitas yang menjamin standar hidup pekerja di kawasan industri, baik bagi penghuni maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Beragam fasilitas baru terus bermunculan di kawasan tersebut, mulai dari institusi pendidikan, apartemen sewa, dan rencana pembangunan pusat komersial di Kota Deltamas.

Pemegang saham mayoritas dan pengendali dari PT Puradelta Lestari Tbk. adalah AFP International Capital Pte. Ltd. (53,87%), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, pengembang terkemuka di Indonesia, dan Sojitz Corporation (25,00%), perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia.

 

Release selengkapnya dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), dapat diklik tautan berikut.

Saya tertarik dengan produk
Nama saya ,
hubungi saya di .
error: Content is protected !!